Acute Laziness


I’m suffering from an acute laziness. And by acute, I mean ACUTE. It’s been weeks!

Sebagai orang yang moody, bukannya jarang gue menderita kemalasan. Pasti ada saat saat dimana gue males banget kerja. Membatalkan meeting dengan alasan si A lagi sibuk ke B, dan ke A bilang B lagi sibuk. Menggeser deadline dengan alasan yang gue buat sendiri, bahkan membolos kantor dengan alasan sakit. Tapi biasanya ini bertahan satu atau dua hari, setelahnya gue kembali semangat kerja.

On my normal day, gue tipe orang yang punya to-do-list untuk sehari. Dimulai dari pagi hari ketika ngecek email masuk, gue akan bikin mental notes akan hal hal apa aja yang akan gue kerjain hari ini, dan sore hari, gue akan mereview hal apa aja yang sudah selesai, kemudian membuat analisis singkat mana hal yang akan gue postpone ke besok atau minggu depan, dan mana sisanya yang akan gue kerjain hari ini. Kemudian gue akan mengerjakan semua pekerjaan yang sudah gue jadwalkan untuk selesai hari ini.

Pekerjaan gue membutuhkan self-trigger. Pekerjaan gue tidak di trigger dari pekerjaan orang lain. Justru pekerjaan gue mentrigger pekerjaan orang lain. I send an email, and then the project discussion/implementation rolling, flowing my mailbox. Kalo gue ga kerja? Mailbox pun sepiii.

When I consult my friends, katanya pekerjaan gue kurang tantangan, makanya gue jadi malas. Bisa jadi sih, pergeseran fungsi yang tadinya jadi Project Manager menjadi Business Analysis, dimana – excuse me for being honest but – fungsi Business Analyst itu ga terlalu efektif tanpa adanya otoritas yang pasti. Hasil analisis kita ga jadi apa apa kok, hanya pemanis aja. But then, pergeseran fungsi ini sudah terjadi dari tahun lalu, kenapa malasnya baru sekarang?

Selama ini gue selalu bisa menemukan hal baru untuk dikerjain, memperluas skill gue di luar jobdesc. Because when it comes to project, my motto is ‘To do whatever it takes to speed up the process’. Misalnya project stuck karena team business belom dapat Regulatory Clearance untuk sebuah product baru, biasanya gue akan agresif dan proaktif untuk memfollow up dan support apapun yang bisa bikin issue itu clear supaya projectnya bisa jalan lagi. Sekarang? Boro boro. Gue biarin aja tuh team Business sibuk sendiri, begitu udah dapat Regulatory Clearance, baru deh gue jalanin lagi proses implementasinya.

Dan biasanya, kalo team business minta suatu proses dijalankan paralel, I was always up for it. Gue akan manage team business supaya mereka memastikan proses yang satu pasti berjalan, dan meyakinkan team technical untuk in parallel ngerjain proses lainnya dengan pasang badan sebagai penjamin bahwa proses di team business pasti akan di fulfill. Sekarang? Boro boro. Taichi, men! “Lo beresin dulu proses yang ini, baru balik ke gue buat minta team technical ngerjain proses selanjutnya”. Gila, itu sih mentalitas yang selama ini gue lecehkan kalo ada di rekan kerja, sekarang ada di gue.

Tugas gue sebagai representative team business di team technical adalah make sure kebutuhan business dipenuhi oleh team backend sekaligus melindungi team backend dari keharusan memfulfill request request business ga jelas obcjectivenya. Dengan gue tidak menjalankan fungsi gue, team business akan membypass gue dengan push langsung ke team backend, dan team backend, either mereka mengiyakan dan hasilnya jadi punya banyak sekali hal yang harus di develop, atau mereka mengambil alih fungsi gue dengan menchallenge requirement team business untuk memanage lajunya incoming requests.

Dengan kata lain, semakin gue malas, kerjaan gue bukannya semakin menumpuk tapi malah jadi semakin sepi. Dan semakin sepi kerjaan, semakin malas. Deadly circle.

Gimana dong nih? Kok jadi pemalas parah gini sih?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s