Cemburu Sudah Bukan Pilihan


Ribuan kata yang coba kita ungkap, Dalam satu malam panjang dan sebuah percakapan sederhana. Dimana masa lalu selalu jadi muara. Segala rindu yang selamanya akan terperangkap, dalam setiap diam dan jeda bahkan emosi terasa lebih pekat.

Rindu itu hitam, rindu itu tak bernama. Sebab bukan tempatku mengucap, janji telah terpatahkan dan kata tidak cukup jadi penyekat. Rindu ini hitam, rindu ini menyesakkan. Tumpah ruah tawa dan tangis berkejaran. Dan diam adalah ketika emosi ini terasa paling kuat. Sebab kata bukan lagi sabda, Sebab sudah bukan tempatku untuk berucap

Diam adalah ketika tanya tak terucap: Apa engkau sama? Maka kita pun berucap: Sekali ini saja, kali lain tidak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s