Behind the Finish Line


Lately I’ve seen so many people broken up for no reason at all. Gue sampe bilang ke temen gue “Ih sekarang musim putus yah”. Haha temen gue cuma ketawa. Yah well, bukan sekarang-sekarang doang sih orang banyak putus, dari dulu juga. But as life goes by, you see things differently.
Seorang temen wanita gue diputusin for no reason at all. Yah bukannya no reason juga sih, cuma permasalahan itu udah ada dari kapan tau dan ga pernah menjadi penghalang mereka untuk meneruskan hubungan bahkan hingga 4 tahun. So, why now?
Seorang temen pria gue juga memutuskan pacarnya just because he realize he still have some kind of ‘feeling’ towards his ex. Well, toh dia juga ga balikan sama mantannya, so why bother with the break up? Padahal udah mau 3 tahun juga loh.
And all these things happen during this time, justru ketika kelulusan sudah didepan mata. Like what my father said, there are two crucial time during someone’s life generally, pertama ketika lo lulus SMA, karena lo akan memutuskan kuliah dimana dan ingin jadi apa lo nantinya. Dan kedua ketika lo lulus kuliah, ketika lo finally become what you think you want to become atau justru become something that totally different at all.
Analisa gue (yang ga seberapa dan kebanyakan sotoynya) adalah, these guys look back at what they have and think, do I really want this? Mungkin mereka baru bener-bener mikir, ‘Do I want to spend my life with this person I’ve been dating all these years?’, dan mungkin jawabannya adalah tidak. Dan ketika jawabannya tidak makanya mereka memilih putus.
At this age, gue rasa lo ga butuh waktu lama untuk yakin sama seseorang bahwa ‘he’s the one’. Terbukti temen gue yang udah pacaran lama mampus malah nikah sama orang yang baru dipacarinnya 3 bulan and they seems happy. Ketika lo menjalani hubungan dengan seseorang dan tidak yakin where all these headings, I think you should end it up there. Life is too short to spend the life with the wrong person.
Gue ngerasa hidup gue sekarang seperti punya rambut sebahu. Terlalu pendek untuk disebut panjang, dan udah cukup panjang untuk bisa disebut berambut pendek. Tanya aja sama semua cewek yang lagi berniat manjangin rambut, punya rambut sebahu itu menyebalkan dan mereka ga sabar untuk rambutnya tumbuh melewati bahu.
Gue terlalu tua untuk memulai sesuatu yang baru di kampus, tapi juga belom terlalu deket ke lulus-lulusan. ‘Gerbang’ itu udah didepan mata dan bisa terlihat, tapi masih cukup jauh sampe gue bisa melewatinya. And I can hardly wait.
Nothing new happen. I hangout with the same people, even in the same place sometimes. Sure I make friends with new people also, temannya teman, teman sekelas mata kuliah sesuatu, kelompok kerja baru untuk tugas besar sesuatu, but they all pretty much the same lah menurut gue. Not in the term that I like.
Mungkin ini juga waktunya untuk gue melakukan seperti yang orang-orang itu lakukan. Look at what I already have, and decided which one I have to let go, melepas yang sekiranya ga akan gue bawa melewati that ‘gate’ dan yang mana yang akan gue pertahankan.
One thing I thank for is that I already left behind that unhealthy relationship. Hubungan yang toh ga ada masa depannya dan lebih banyak mudharatnya. Moaning periodnya juga udah lewat so it’s good. I’ve been preparing my self with a few courses yang gue kira akan membantu CV gue dan akan berguna buat hidup gue nantinya. Sertifikat Bahasa Perancis udah ditangan dan gue berencana melewatkan jeda kosong dari sidang ke wisudaan dengan banyak-banyak main ke CCF dan melancarkan conversation gue. CCNA course juga udah done, dan gue berencana mengulang semua exploration moduls sendiri untuk prepare for the international certification nanti di awal tahun depan.
But for now? Gue mau fokus ke kuliah gue untuk ngedapetin required GPA dan menyelesaikan TA gue secepatnya. Gue membayangkan seperti apa hidup gue 5 atau 10 tahun kedepan dan berusaha mempersiapkan diri untuk itu. Gue sedang berusaha menerapkan pola hidup sehat dengan makan makanan sehat seimbang dan teratur olahraga, haha this is the hardest. Gue ga mau kena penyakit jantung sebelum usia 50 kayak bokap.
Gue membayangkan diri gue sebagai sophisticated woman working as an engineer in state-owned enterprises yang menguasai banyak bahasa asing, bergaji besar dan sering keluar negeri, dengan gaya hidup sehat dan kehidupan yang fun. Ketika gue akhirnya menikah dan punya anak, gue akan memutuskan untuk pindah ke bagian yang more likely 9 to 5 job, dan start my own entrepreneur business. And by the time I’m 35, I can stop working and enjoy the good life I’ve been working on. Bukannya ga mungkin, for god’s sake I’m only 20! I feel so exited, it feels like there are limitless things to achieve out there. Oh it feels so good to be young!
Most of my friend yang udah kerja feel depressed. Mostly karena mereka ga bisa bersenang-senang lagi. Oh well I’m looking forward to work on a big city where all my friends live. I promise my self I WILL STILL HAVE SO MUCH FUN seperti ketika gue kuliah. First thing I do kalau gue udah kerja adalah mengundang semua orang yang gue kenal ke kosan baru gue, I know I can manage to maintain my fun playful life out there in the jungle of adult life.
I know mungkin setelah gue kerja nanti semua khayal babu ini akan sirna. That’s why I need to write it down. I want the older me to remember how it feels like when life just seem so limitless open that it feels like you can do almost everything!
As for love? I’m looking forward to look into someone’s eyes and know that he’s the one that I want to spend my life with. I just have to wait. Teori gue sekarang kalau lo mau pacar yang oke, lo tinggal membuat diri lo se-oke mungkin aja. All will comes around eventually.
And I intend to keep all my friends close. Sahabat-sahabat SMP gue, anak-anak Soka, Babiers, Sahabat Astri gue, anak-anak EMC, toh semua masih keep contact sekarang dan masih hangout bareng once in a while. Dan gue harap akan bisa terus begitu sampe tua nanti.

I’m so full of anticipation!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s