Ketika


Adakalanya, di jam-jam ter-sepi suatu malam, ketika mata terjaga, ketika lelah belum melanda raga. Didalam sepi, diantara desah nafas yang terdengar jelas. Ketika dingin menjalari tulang, ketika rambut-rambut halus tertiup angin yang tak nyata. Terkadang terbisik sebuah pertanyaan apa dan mengapa. Ketika pikiran berlarian, logika dan kebijaksanaan berkejaran. Semua pertanyaan terucap ku debat. Bukan pada sesiapa, ini sebuah monolog gila bocah kemarin sore. Terkadang membuatku merasa menjadi orang paling bijak, yang terpintar diantara cerdik cendikia. Terkadang menjadikanku orang paling bingung. Namun seringnya membuatku merasa bukan apa-apa. Nada.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s