Premature Judgement


“Don’t judge books by its cover” mungkin memang ungkapan basi, but the fact is, banyak orang yang tetep aja melakukan ini. And as much as I hate it, I have to admit that I’m one of them. I just can’t help it, you know. Ketika ketemu si abang tingkat yang kerjanya becanda melulu, my first impression was, well, paling ini orang berpikiran dangkal yang ngertinya cuma bercanda doang. Ketika ngeliat si cowok pinter yang nanya melulu dikelas, mau ga mau saya berpikir, well sepertinya ini orang adalah orang yang sangat curious ya, sepertinya smart banget. Dan ketika ketemu dengan cowok gondrong yang kerjanya nitip absen sama saya melulu, mau ga mau saya berpikir, uh another stupid guy yang gatau terimakasih udah dikuliahin mahal-mahal sama orang tuanya.

Segimanapun benarnya pepatah-pepatah itu, they aren’t real. This is what real: Impression DOES talk a lot.

But then again, those pre-judgement could turns out to be completely wrong! Si abang tingkat itu turns out to be one of the most serious people I’ve ever met, yang pemikirannya tentang hidup dan ketuhanan membuat gue manggut-manggut, impresinya tentang cinta membuat gue geleng-geleng, dan gue bisa menghabiskan waktu hanya dengan ngobrol, loncat dari satu topik ke topik lain, sambil ngemil atau apa. Meskipun pemikiran kita ga selalu kompak, but he opens the new point of view for me. Dan si cowok gondrong itu, well, ternyata juga pemikiran-pemikirannya lumayan, unlikely main stream, out-of-box, a little bit too optimistic, yes, but still, new point of view, huh. Saya selalu suka orang-orang dengan cara pandang berbeda yang bisa memberi lo pandangan baru terhadap suatu hal, pandangan baru akan memperluas bukan hanya wawasan lo, tapi juga range toleransi, dan kemampuan lo untuk open to new ideas.

Dan si cowok yang banyak tanya tadi? Well ternyata ga smart-smart amat. Kadang pertanyaannya ga nyambung, kadang dia ga bisa nangkep inti dari pembicaraan yang sederhana. Intinya, someone who you think is something could turns out to be nothing. Dan seseorang yang tadinya lo kira nothing, ternyata bisa saja punya something.

But then again, like I said earlier, people just CAN’T HELP to throw a judgement to other people, and I think it’s okay, as long as you are open to change that judgement after you get to know them. So people, berhenti menggunakan quote “Don’t judge book by it’s cover”, itu basi dan klise. Mulai sekarang gunakan quote dari gue ini:

“Since you can’t help it, it’s okay to judge the book by its cover. As long as you change the judgement once you read the book” – Indira.

agree, not?

P.S Oh, this one is random. But I think orang-orang yang salah masuk jurusan pada akhirnya akan belajar lebih banyak ketimbang yang gak salah jurusan, bukan tentang studinya, tapi tentang kehidupan:)

Advertisements

2 thoughts on “Premature Judgement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s