Kisah Pohon Kebohongan


Suatu hari disebuah negeri jauh, tinggallah seorang pangeran di sebuah kastil yang besar dan suram. Meskipun kastil itu nyaman, namun sang pangeran sering kali merasa kesepian. Pangeran itu adalah seorang yang lembut hati dan penuh kasih sayang, dia selalu mendambakan tempat ia bisa mencurahkan seluruh cinta yang ia punya.

Suatu hari dari kamarnya, pangeran mendengar suara tawa. “Siapa itu yang tertawa dan bernyanyi dengan riang”, tanya sang pangeran pada dinding-dinding kastilnya, namun tidak ada yang menjawab. Ia pun mencari-cari diluar kastil, diantara semak belukar di halaman kastil, akhirnya pangeran menemukan asal suara tawa ceria itu. Sebuah mawar yang indah, tumbuh diantara bunga bunga hutan di taman kastil. Mawar itu begitu riang gembira, senang berada diantara teman-temannya. Sang pangeran terpesona.

Semenjak saat itu, sang pangeran sering sekali bermain ditaman belakang kastil. Sekedar berjalan-jalan, mencari biji-bijian diantara semak semak liar istananya. Sembari mendengar denting tawa sang mawar yang didambanya, menyaksikan sinar matahari terjatuh dilembutnya kelopak sang mawar. Mawar itu sempurna, rapuh dan manja namun juga riang gembira. Mawar itu adalah bunga yang tepat untuk menghapus  segala kesepiannya, dan dengan kemanjaannya ia pun akan menjadi tempat yang sempurna untuk pangeran mencurahkan kasih sayangnya yang berlimpah.

Maka suatu hari pangeran meminta sang mawar untuk menjadi miliknya. “Aku rapuh, gampang menyerpih”, keluh sang mawar. “Tidak apa, aku akan menjagamu”, sang pangeran meyakinkan mawar. Maka keesokan harinya, sang mawar pun pindah ke halaman dalam kastil.

Awalnya semua terasa indah, matahari seakan bersinar lebih cerah, bunga-bunga terlihat lebih berwarna, sang pangeran senang sekali menghabiskan waktu di taman kastilnya, bercanda-ria dengan bunga mawarnya yang cantik. Menikmati makan siang diantara bunga-bunga, tertidur sembari menghidu aroma harum sang mawar. Sang mawar pun senang. Sang pangeran begitu lembut membelai kelopaknya, menyesap sari-sarinya, merawat daun-daunnya.

Seandainya cerita ini berakhir disini, mereka akan hidup bahagia, selama-lamanya.

Sayangnya tidak. Sang pangeran dan mawar mulai sering bertengkar, berselisih paham, duri-duri sang mawar sering kali menusuk sang pangeran, sementara sang pangeran seringkali menyakiti kelopak sang mawar yang rapuh. Sang mawar lelah, begitu pula pangeran itu.

Pangeran menginginkan mawar, namun ia tidak mau menerima duri-durinya.

Kemudian, sang pangeran menanam bibit kebohongan tepat di samping sang mawar. Tersirami air mata dan dipupuk ketakutan, kebohongan pun mengakar dan tumbuh menjulang. Awalnya kebohongan seakan mengembalikan hubungan mereka yang dulu hangat. Namun kebohongan itu terus tumbuh. Kebohongan tumbuh begitu tinggi sehingga sang mawar tidak bisa melihat sang pangeran lagi, tidak bisa merasakan kehadirannya lagi. Perlahan satu persatu kelopak sang mawar berguguran. Tidak ada dentingan tawa lagi, sang mawar begitu sering menangis hingga daun-daunnya kering dan menguning. Kebohongan itu terus tumbuh, mengelilingi kastil sang pangeran dengan onak dan duri.

Sang mawar ditinggalkan di halaman kastil, tidak peduli seberapa kuat sang mawar berusaha menerobos kebohongan, ia tidak pernah sampai ke kastil. Hanya suara tangisannya yang memilukan sesekali terbawa angin hingga ke kastil. Sementara sang pangeran? Entahlah. Kastilnya sepenuhnya tertutup kebohongan. Tidak ada yang tau bagaimana sang pangeran di dalam kastilnya, entah dia senang terlepas dari sang mawar, entah dia merindukan suara tawa sang mawar, tidak ada yang tau. Tidak akan pernah ada.

Sekian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s