A Men with the Silly Mustache


Disepanjang sejarah dunia, ada banyak sekali diktator diktator yang sempat berkuasa. Sebut saja Mussolini, Bonaparte, Stalin, Soeharto. Masing masing dengan rekor kekejamannya sendiri. But I, somehow, despite of their disgusting treatment against humanism, always have this silly admiring feeling toward them. They usually a people with huge determination, strong-will person, amazingly good at what their doing, they are great people! With sick obsession indeed, but great.

Tapi entah kenapa, si pria dengan kumis konyol ini menurut saya adalah yang paling less impressive. Perjalanan hidupnya bisa dilihat disini. Paling terkenal, probably also the meanest, tapi juga paling konyol.

Bercita-cita jadi artis, dua kali gagal diterima di sekolah seni, pernah gagal naik kelas ketika SMA, kabur dari wajib militer, ketika tertangkap malah dinyatakan tidak layak ikut wajib militer, dalam masa jayanya membangun kamp khusus untuk “breeding”, if you know what I mean, menikahi wanita simpanannya di bunker dan mati bunuh diri keesokan harinya, dan dia juga sangat percaya pada  teori evolusi Darwin.

Di buku “A Boy In A Striped Pajamas” karangan John Boyne, The Fury *or so in the book – supposedly Fuhrer* digambarkan sebagai orang yang “lebih pendek dari ayah” dan “tidak terlihat lebih kuat dari ayah”. But of course I do believe he’s very good at what he’s doing, kalau enggak gak mungkin ia bisa jadi diktator paling terkenal sejagad raya.

Seorang asing kelahiran Austria yang berayahkan seorang Yahudi, tidak punya koneksi, tidak punya uang, tidak punya pengalaman politik, namun mampu dalam kurun waktu kurang dari 14 tahun menjadi pimpinan Jerman yang menonjol di dunia. Dalam masa jayanya ia membunuh sekitar 6 juta orang Yahudi, ia juga membunuhi bangsa atau ras yang dianggap ras rendah. Ia menguasai bagian terbesar wilayah eropa  yang belum pernah dikuasai siapapun dalam sejarah. Ia dianggap sebagai biang keladi Perang Dunia Kedua. Selengkapnya disini.

Bunuh dirinya di bunker sendiri ternyata masih menjadi tanda tanya. Dinyatakan bahwa mayat di bunker tersebut bukanlah mayatnya melainkan mayat wanita berusia 40 tahun. Kemudian muncul lah berbagai teori tentang hari tua dan kematiannya. Beberapa bahkan terdengar silly, misalnya saja ada teori yang mengatakan ia meninggal di Surabaya dan sempat menikahi gadis sunda yang tinggal di Babakan Cimanis, baca disini. Hah.

Great in a sick way, isn’t he?

Dan saya sangat penasaran, ayahnya adalah seorang yahudi, kenapa dia sangat terobsesi untuk memusnahkan yahudi? Ini mengingatkan saya akan Voldemort, ayahnya juga seorang Muggle dan dia juga terobsesi memusnahkan all the muggle-born dan half-blood. I wonder what’s in their mind. Such strong-will person they are.

Seru juga ya membaca baca cerita tentang diktator diktator dunia. Kapan kapan posting tentang ini lagi ah~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s