“Is this what you want?”


Pernah ga lo, setelah mengambil suatu keputusan, bertanya pada diri lo sendiri, “Apa ini yang gue mau?”

Kata orang, keragu-raguan itu ada sebelum lo memutuskan sesuatu, tapi ketika lo udah memutuskan, harusnya udah ga ada lagi yang namanya keraguan. Tapi terkadang ga bisa segampang itu. Pernah ga sih lo bertanya-tanya pada diri lo sendiri, “Am I making the right descision?”, “Is this really what I want?”, “Do I need this?”, “Is this how things are suppose to be?”, those kind of questions that sometime you hope somebody else will answer that for you. But no, no one could answer those, no one but you.

Gue selalu menyebut diri gue tau apa yang gue mau. Gue tau apa yang ingin gue lakukan dalam hidup. Tapi terkadang keputusan diambil ga cukup hanya dipikirin dengan matang. Bagaimana dengan keputusan yang melibatkan perasaan? Bagaimana kalau logika lo bertentangan dengan hati lo? Bagaimana kalau apa yang lo inginkan bukan hal yang benar untuk dilakukan? Bagaimana kalau doing what is right means you have to suffer your own feelings? Yang mana yang harus lo pilih? Yang mana yang harus lo putuskan?

Pernah ga sih ngerasain hal yang kayak gini?

Well, itu yang gue rasain sekarang. All of the circumtance told me to do A, but my heart just couldn’t bear it, I want to do B. I need to do B. And I choose to do B. Tapi sekarang ketika gue tengah ngejalanin B, otak gue terus-terusan came up with thoughts of why should I do A instead of B, dan gue terus bertanya-tanya is this what I want, this B? Shouldn’t I just do A instead?

Bingung sumpah. Kalau aja si Mr. Sarcastic baca sekarang, dia pasti akan ngatain gue labil lagi. Pengen banget nge-email si Ms.Cynical, nanya langsung, what would you do if you were me? I know her answer though, “You should do A,why would you do B? It’s not going to turn into something good anyway.”

True, I do believe doing B is not going to end up good. But I need to do B, not for you, not for anyone, but me.

Gue akan terus ngelakuin B sampe gue muak, sampe gue ga kuat lagi ngelakuinnya, sampe otak gue sinkron sama hati gue, sampe hati gue nyerah dan bilang untuk ngelakuin A juga. Biarin aja otak gue bilang “I told you so”, you can I-told-you-so me all you want!

P.S Hell, abis nulis ini gue jadi yakin lagi buat ngelakuin B, haha padahal tadinya so close to choose A instead. Dasar labiiiiiiil, ckck

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s