Making a Decision


I believe that everybody have a hard time in making decision. Every little thing that you decide will make a different in your life. Seperti misalnya ketika saya memutuskan memakai wedges ke konser DJ Tiesto, yang ternyata merupakan salah besar, karena kaki saya pegal dan jadi kurang enjoy. Atau ketika saya memutuskan memakai deodorant atau engga pagi ini, yang ternyata tepat sekali karena hari sangat panas dan saya keringatan. You see my point, right? It does effect things in your life, big or not, important or not.

Seperti sekarang ini, saya sedang dihadapkan pada banyaaaaaak sekali keputusan-keputusan. Dan mengingat betapa pentingnya effect keputusan-keputusan ini, waw, mau ga mau saya was-was juga. Seperti apakah saya harus mengambil SiskomII di SP, lalu elektronika diulang disemester depan atau sebaliknya. Atau apakah saya cukup puas lulus kuliah pas 4 tahun dengan IPK maksimal 3,02 atau apakah saya harus telat satu semester dan mungkin akan lulus dengan IPK 3,2. Apa saya harus mengambill TA tentang pengolahan sinyal, yang notabene dosennya kooperatif dan relatif lebih mudah dan cepat, atau saya harus mengambil TA jaringan yang lebih repot dan potensi dapat B-nya lebih besar, tapi sesuai dengan minat. Nah kan, you see? It’s hard!

Disaat-saat seperti ini lah intuisi di butuhkan. Dan intuisi anda akan semakin tepat jika kita semakin dekat dengan tuhan. Dan disaat seperti ini jugalah keberanian kita untuk taking risk diuji. Saya selalu menganggap diri saya sebagai seorang yang berani mengambil resiko. Seperti misalnya, saya suka ekstrim sport, saya tidak takut mencoba hal baru, saya tidak takut berbicara didepan umum, saya jarang sekali takut mengemukakan pendapat, saya tidak pernah takut mendaftar sesuatu hanya karena takut tidak diterima, dan saya biasanya sangat impulsive yang bisa diartikan berani mengambil resiko juga *ya ga sih? Apalagi yang namanya takut menyapa, takut bertanya, ga ada di kamus deh. Tapi ternyata kalau untuk urusan kuliah saya ga berani ngambil resiko :( Sebisa mungkin saya ambil jalur aman. Soalnya belom pernah ngerasain gagal, dan ga mau ngerasain gagal sama sekali :(

But there’s one saying that I like so much, dan that saying saya dapat dari buku Harry Potter *that’s why I always read all kind of book, they have their kind of  knowledge in it.

“It is impossible to live without failing at something, unless you live so cautiously that you might as well not have lived at all – in which case, you fail by default.” [J.K. Rowling]

Bagus kan? :)

Wajar kalau kita pernah gagal, namanya juga orang hidup. Dari pada hidup tanpa pernah mencoba apa-apa dan melewatkan begitu banyak kesempatan, ya ga? So, you guys don’t want to fail by default kan? Taking risk then! Bukan berarti kita mengambil keputusan tanpa dipikir matang-matang loh. Anyway, what decision that you’ve made latelly? I hope it turns out good :)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s