Senja di Hidup Kita


“Sampai nanti”,
kau berkata padaku sambil melambai,
ketika kehidupan kita tiba dipersimpangan jalan
dan kita harus mengambil jalan yang berbeda

kuusap air matamu, sembari mengusap punyaku
“tak apa..”
kataku
mencoba meyakinkanmu, sekaligus meyakinkanku

kemudian engkau kembali meneruskan langkah
“selamat jalan..”
kataku sambil tersenyum, menelan isak tangisku

kautatap aku dengan sebentuk senyum yang tulus
“inilah kematian kecil”
“perpisahan adalah kematian kecil”
katamu

“orang yang kau sayangi,
tak kan pernah benar-benar mati,
ia hidup dalam hati dan pikiranmu,
selama masih ada rasa yang tertinggal..”
ucapku, membalas senyum tulusmu

dan kau pun berlalu,
dilatar belakangi senja yang semakin menggelap
dengan kesedihan di dalam hati

namun kita tahu
persahabatan sejati tak akan mati

(indira)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s