Aku, Imaji, dan sang Waktu


dsc03720Petir membelah langit suram diluar. Cahayanya terpantul dari kaca jendela-jendela besar yang mulai basah oleh air hujan. Rintik-rintik hujan semakin rapat, diikuti oleh bunyi gemuruh petir yang sesekali terdengar.
“Saa.. saa.. saa.. saa..”
Bunyi hujan yang khas, aroma rumput yang basah, dan udara dingin yang lembab.
Aku berada di dalam kelas yang jenuh. Udara seakan menggantung berat di dalam, sementara orang-orang di dalamnya terkantuk-kantuk berusaha fokus pada dosen yang sedang mengajar. Sesekali udara dingin di luar berhembus masuk melalui celah pintu yang tidak tertutup rapat.
Sementara tanganku memindahkan tulisan dosen ke catatanku, pikiranku melayang-layang diluar, bagaikan kabut tipis di malam yang dingin.
Sementara ragaku duduk memandang rumus-rumus transformasi fourier di papan tulis, jiwaku menengadah menatap langit sementara tirai hujan yang rapat membungkus perihnya.
Sementara otakku setengah hati berusaha memahami angka dan simbol-simbol tak bernama, hatiku yang tak utuh mencari-cari ketenangan dalam bunyi rintik hujan yang nyaris konstan.
Perlahan kurasakan dunia ini menyusut. Indraku menajam. Aku dapat merasakan aliran darah di nadiku, pelipisku yang berdenyut pelan, jantungku yang berdetak didalam tulang dadaku. Aku merasakan kulitku, meremang sebagai respon dari imajiku, membatasi aku dengan dunia. Atau dunia dengan aku?

Imajiku semakin liar, dari dalam kurasakan ia mengoyak kulitku dan meradang. Seiring dengan pandanganku yang semakin menerawang menjauhi discrete-time fourier transformation, kulepas pikiranku ke alam bebas, dan ia mendengkur senang.
Kubayangkan. Akan dimana aku sepuluh tahun mendatang? Jam yang sama, detik yang sama, hanya tahun yang berbeda.
Apakah itu aku, yang duduk merosot dengan wajah lelah melonggarkan kancing celana sembari mengipasi wajahnya yang memerah, kepanasan dan kelelahan?
Atau itukah aku, anak-anak rambut terurai dari gelung longgar rambutku takkala aku mengejar bocah kecil yang berlarian sembari tertawa?

Kubayangkan wajah-wajah yang pernah aku kenal. Wajah yang akrab, wajah yang hanya sekelibat, coba kuingat-ingat. Wajah itu tersenyum ketika kata pertama dalam bahasa Inggris kuucapkan. Wajah itu menggigit bibirnya gugup takkala wajahnya semakin mendekat ke wajahku. Wajah itu terdiam ketika ku sentak dengan kata-kataku yang kasar. Wajah itu memelukku ketika aku menangis pilu. Wajah-wajah itu mendongak tertawa mendengar leluconku. Ada begitu banyak wajah yang berkelebat semakin cepat.

Sepuluh tahun dari sekarang, jam yang sama, detik yang sama, sepuluh tahun mendatang.

Akan ada dimana, ayah yang mengajariku idealismenya, ibu yang mengusap luka di lututku ketika ku terjatuh sewaktu belajar berjalan?
Akan ada dimana sahabat yang dulu menepuk pundakku? Akan ada dimana dia yang menggenggam tanganku dan mengecupku lembut?
Akan ada dimana guru SDku yang memeluk aku yang tersedu ketika imunisasi polio di sekolah? Akan ada dimana, paman yang selalu membuatku tertawa dengan ceritanya dan mengajariku bersiul?
Akan ada dimana semua orang yang pernah kukenal, kutemui, kulihat? Sepuluh tahun dari sekarang, jam yang sama, detik yang sama, sepuluh tahun mendatang.

Ada begitu banyak wajah.
Wajah tertawa, menangis, marah, kecewa…
Wajah lelah, puas, bergairah, bosan…
Wajah kesal, bingung, takut, gugup…
Wajah panik, tenang, dewasa, kekanakan…
Wajah mengabur, menjauh, memudar, menghilang,
perlahan menjadi serpihan kenangan…

Khayalku tersentak mundur ke masa kini. Dengan bingung kutatap sekelilingku. Manusia-manusia bergerak dalam harmoni yang tak serentak. Kualihkan pandanganku ke jam di depan kelas. 17.03. Kuliah usai. Kubereskan buku-bukuku dan beranjak.
Disudut otakku sang imaji tengah merengut dan mendengus kesal, merajuk disudut benak. Kuabaikan. Aah, ternyata aku hanya bosan! Persetan masa depan. Entah nafasku akan sampai menemuinya. Dengan langkah ringan aku berjalan menuju kantin, memenuhi panggilan perutku yang kelaparan.

(indira)

Kuliah Sinyal dan Sistem
25 Maret 09
Dikala hujan.. dikala bosan..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s