In Memoriam: Grandmother of Mine


“Now you’re gone to somewhere i can’t bring you back..”

Inna lilahi wa inna ilaihi roji’un
Telah berpulang kerahmatullah, Istri/Ibu/Mertua/Nenek kami tercinta
H. Azizah Kalo

Hmm, saya tidak bisa dibilang dekat dengan nenek, yah, dibilang tidak dekat juga tidak. Singkatnya sih, biasa-biasa saja.
Saya suka bosan kalo nenek udah cerita macam-macam yang gak penting, saya suka geleng-geleng kalo nenek lagi mengomentari panjang lebar sinetron yg tengah ditontonnya, saya suka kesal kalau nenek melarang saya makan sambil baca.
Saya bukan cucu kesayangan nenek, bukan, jelas bukan. Papa saya juga bukan menantu favorit nenek, yah, jelas bukan.
Sebelumnya saya tidak pernah dekat dengan nenek, yaah, paling ketemu setahun sekali pas lebaran, secara saya tinggal diluar kota. Dulu nenek itu buat saya yaaa, nenek, nenek saja. Tua, cerewet, dan suka kasih uang kalau lebaran. Gak kebayang kalau nenek juga pernah muda, gak kebayang juga kalau nenek dan mama dulunya seperti mama dan saya juga sekarang. Pokoknya gak kebayang lah fase-fase hidup yang mungkin dilewati nenek, rasanya nenek itu ya sudah begitu saja, tahu-tahu nenek. Soalnya dari saya kecil nenek udah jadi nenek sih (la iya lah ya?)
Semenjak saya pindah satu kota sama nenek, barulah saya mulai dekat dengannya. Dan ketika pembantu nenek minta berhenti, nenek pun tinggal bersama kami untuk sementara. Saya kebagian tugas juga, menemani nenek tidur di malam hari. Nenek saya menderita stroke dan bagian tubuh sebelah kirinya mati, jadi ia berjalan tertatih-tatih dengan tongkat sehingga harus ditunggui kalau-kalau ia ingin ke kamar mandi dimalam hari. Tadinya tugas itu menyebalkan. Siapa sih yang suka terbangun tengah malam untuk menunggui neneknya pipis?
Yah, tapi entah sejak kapan, saya mulai bisa melihat sisi lain nenek.
Saya mulai melihat nenek sebagai ibu dari mama saya yang sangat saya sayangi ini.
Nenek sebagai seorang yang taat, yang meskipun sudah lumpuh tetap bersusah payah bangun untuk shalat malam. Shalat fardhunya gak usah tanya, selalu tepat waktu.
Nenek sebagai orang yang sudah mengalami banyak hal, meskipun sekarang omongannya udah suka ngawur.
Saya suka membayangkan kehidupan seperti apa yang dijalani nenek dulu. Seperti apa orang tuanya, seperti apa teman-temannya, kemana mereka hang-out dijaman dulu, apa nenek pernah dilabrak kakak kelasnya apa enggak, hal-hal remeh semacam itu lah. Seandainya saja nenek sedikit lebih muda dari sekarang, mungkin nenek bakal bisa cerita macam-macam ya. Nenek sudah kembali ke fase anak-anak sih, cara bicara, cara berfikir, kata orang memang kalau kita sudah tua nanti kita akan kembali lagi ke fase kanak-kanak.
Nenek suka cerita sih, sepotong-sepotong (sebelum ceritanya ngelantur ke tema lain) dan diulang-ulang, kebanyakan tentang bagaimana kerasnya atukku, atau sedikit cerita tentang kebandelan mama dan tante-tante saya.
“Dulu mama kamu itu gendut itu, suka digigit sama atuk”, katanya dalam nada suara kekanak-kanakan.
Terakhir saya tidur bareng nenek adalah waktu saya maen kerumah tante saya di Cibubur, kebetulan nenek lagi ada di situ, soalnya ada sodara yang mau nikah. Malam itu nenek sempat bercerita tentang Tante Nani yang hampir dibawa sama orang India karena disangka anaknya, hahaha, kok bisa ya?
Pagi harinya pembantu si tante masuk ke kamar mau nemenin nenek shalat subuh, selesai shalat subuh nenek minta diambilkan selimut karena dingin, si mbak pun berniat mematikan AC, setengah tidur saya mendengar nenek berkata, jangan dimatikan ACnya soalnya cucunya tidak tahan panas. Waktu itu sih saya biasa-biasa saja mendengarnya. Tapi sekarang kalau diingat, saya jadi terharu! Harusnya kan saya ya yang ngalah?
Itu terakhir kali saya tidur sekamar sama nenek. Ketemu nenek berikutnya nenek sudah dirawat di rumah sakit. Masa perawatan kurang lebih sebulan, awal minggu kedua nenek dirawat di RS semua anaknya sudah berkumpul di Cibubur (keluarga saya dari Medan) kecuali Tante Bebi,anak nenek yang terkecil, yang tengah naik haji. Begitu Tante Bebi datang ke RS, besoknya nenek pun berpulang kerahmatullah.
Kejadiannya begitu cepat dan tenang. Pagi itu yang menjaga nenek hanya saya dan Tante Adek. Padahal malam sebelumnya semua anak nenek sudah berkumpul di RS, sudah pasrah menunggu, namun sepertinya, seperti kata orang-orang, nenek tidak ingin kepergiannya disaksikan anak-anaknya. Malam sebelum nenek meninggal adalah pertama kalinya saya menginap di RS, dan subuhnya saya sempat membacakan yasin diruang ICU nenek, padahal sebelumnya enggak pernah.
Saya sedang didalam ruangan ketika suster memberi hasil tes yang memastikan kalau nenek sudah meninggal. Saya juga yang mengabari mama. Rasanya aneh, seperti sudah tau hal itu akan terjadi, namun ketika terjadi tetap saja merasa sedih meskipun ikhlas.
Kata papa, ia salut sama perjuangan nenek menahan sakit selama ini,seakan nenek menunggu kepulangan Tante Bebi, sampai akhirnya nenek melepasnya, melepas nafas hidupnya, diambil oleh yang maha kuasa sebagaimana mestinya, karena kita semua adalah kepunyaannya.
Tak ada yang disesali, sedih memang, tapi tak ada penyesalan. Semuanya ikhlas, anak-anaknya, begitupun nenek.
Seperti ketemu akhir suatu cerita, hidup nenek telah selesai, tidak ada lagi suami yang harus dia urus – sudah mendahuluinya pulang ke rahmatullah-, tidak ada anak yang harus dibesarkan –semua sudah berdiri diatas kaki sendiri-, tugasnya di dunia telah selesai. Dan dari mulai yang bisa kuingat sampai akhir hayatnya, ia selalu shalat tepat waktu, dan selalu sikat gigi sebelum tidur. Persistensi yang luar biasa dari seorang tua yang harus melakukannya dengan susah payah.
Mengenang satu-satunya orangtua dari orangtuaku yang sempat kulihat dan kuingat eksistensinya. Hanya nenek seorang. Dan lebaran tahun depan, tidak ada lagi nenek kami, ke28 cucu kandungnya dan 1 cucu angkat. Entah lebaran akan terasa sama atau tidak.
Selama jalan nenekku sayang, semoga engkau mendapat tempat terbaik disisi-Nya.

(indira)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s